Tiga Titik-titik
Jumat, 28 Agustus 2009
Lihat lukaku, yang membuat para peri terhenyak.
Oh, tak perlu kau bersibuk mencari obat.
Karena, bahkan para malaikat pun berpikir semua sudah terlambat.
Sebetulnya
Selasa, 18 Agustus 2009
Kuminta kau bersabar.
Bukan aku tak mengerti harapanmu.
Tapi disana, perempuan pertama dalam hidupku masih terbaring.
Masih menjagaku.
Masih memiliki harapan-harapan yang belum tercapai hingga usianya kini.
Waktunya mungkin tidak banyak lagi.
Kau akan menjadi yang pertama.
Setelah aku bisa membantunya beristirahat dan bahagia.
Dan kau akan menjadi yang pertama, saat kita bersatu kelak.
Tapi kuminta kau bersabar.
Karena aku berjanji akan memberimu dunia, tanpa perlu kau minta.
Kembali
Jumat, 17 Juli 2009
Andai aku dapat kembali ke masa lalu, yang akan pertama kali kudatangi adalah dirimu. Dirimu yang masih lugu, dan selalu diam saat dipukul Ibu.
Aku akan berdiri rendah disampingmu, berbisik dan berkata agar kau tidak perlu mengingat kejadian ini. Karena ketika kau tumbuh dewasa, pukulan ibu adalah bekalmu untuk menjalani hidup.
Aku ingin kembali ke masa lalu dan menghentikan tangismu saat Ayah tak memberimu uang saku untuk membeli bola. Jangan bersedih, itu hanya bola plastik. Tak ada yang kau perlu tangisi, karena nanti Tuhan punya rencana terbaik lainnya untukmu, dan itu bukanlah menjadi pesepakbola bergaji milliar.
Tegapkan dadamu, usap air mata dan tegakkan kepalamu. Percayalah bahwa ibu memarahimu karena Ia sayang, walaupun kau pulang dengan membawa ranking satu.
Aku akan membisikimu agar belajar berpikir positif. Ayah dan Ibu hanya sedang mengajarimu belajar menerima yang terburuk, dan kau akan membutuhkannya saat dewasa nanti. Aku akan memberimu petunjuk agar kau siap, karena saat dewasa nanti dunia terkadang jahat kepadamu. Pada saat itu, biarkan, itu akan memperkuat dirimu.
Aku akan kembali dan menemanimu saat hatimu tersakiti. Mengingatkanmu bahwa kalimat menyakitkan yang mereka utarakan adalah obat. Obat ketika kau terluka di masa yang akan datang. Supaya kau ingat dan tak menghiraukan awan hitam.
Aku ingin kembali ke masa lalu, dan menghiburmu agar kau tak bersedih akan mainan-mainan yang tak kau dapat, akan liburan-liburan yang hanya impian, akan tak adanya elusan di kepala saat kau pulang, atau baju baru disaat lebaran. Aku ingin menghiburmu, untuk masa-masa mu yang hilang.
Andai aku dapat kembali, kan kuingatkan agar kau selalu menyayangi Ibu. Karena tidak ada waktu yang berharga, harta yang melimpah, atau bahkan nyawa seorang manusia yang sebanding dengan eringat, ketuban, dan air susu ibumu.
..dan sebelum aku pergi dari kembaliku, aku ingin membisikimu agar saat dewasa nanti jangan kau pernah menyesali masa lalu. Seperti diriku.
Tiga
Jumat, 03 April 2009
Hari ini tiga tahun lalu.
Dirimu terpejam tersenyum dalam belaian malam.
Aku menatap menutupi ketegangan, penuh perasaan memilih antara hari ini atau enggan.
Kau masih tersenyum, terpejam tak mengira.
Selama ini tiga tahun berlalu.
Aku bersyukur melawan enggan saat itu. Karena kau kini milikku.
Menemani aku yang berbahagia, menghibur aku yang bersedih, menghapus penat hari-hariku.
Kau selalu tanpa lelah menemaniku. Selalu. Tanpa kecuali.
Hari ini setelah tiga tahun.
Terimakasih kau yang tidak pernah mengeluh, kau yang selalu menghargai, kau yang selalu percaya, dan kau yang selalu yakin akan diriku apa adanya.
Maaf untuk air mata yang kuteteskan padamu, maaf untuk segala murka yang pernah kulepaskan.
Maaf, dan hingga malam ini aku masih ingin meminta maaf padamu.
Tanpa kasih sayang mu, aku tidak akan menjadi diriku seperti saat ini.
smgsllndh
Harus Diintip
-
Angelus Ferratus - Anda adalah seorang ibu yang baru saja kehilangan anak. Anda tertekan, bingung, kalut. Beberapa minggu kemudian, anda terima kabar dari kepolisian, anak anda...2 hari yang lalu
-
The Interview with God - Sudah ada sebuah artikel yang siap saya publikasikan di sini, namun saya memutuskan untuk menundanya demi sesuatu yang lebih berharga.Go figure. Open your he...4 hari yang lalu
-
- - kosong dan tidak tertolong hahahahaha seperti mengasihani diri sendiri setiap menenggelamkan tangis dalam bantal dan tertidur kelelahan tanpa sepengetahu...5 hari yang lalu
-
Irina Palm on 'Europe on Screen' - watched this last Saturday. and as usual, i'm spreading the word. cant help it! huhu. FILM BAGUS. i giggled almost all the way. catch the re-run, guys. ---...6 hari yang lalu
-
vorei volare via - Rasanya pengen pergi deh. Kemana aja asal nggak di sini. Sama siapapun pokoknya bisa bikin lupa sama semua yang ada di sini. Pengen punya invisibility cloa...2 minggu yang lalu
-
lempung - Si anak yang tidak terlalu beruntung menghardik, "Kembalikan mainanku!". Saat itu baginya apa yang tidak dapat ia peroleh dengan permohonan harus ia raih de...1 bulan yang lalu
-
di angkasa - ... janjiku kita akan sampai ke tempat tanah jingga dimana debu emas berubah jadi hujan kau sebut beberapa tujuan; istana-istana raja jawa, pula hutan kelam ...3 bulan yang lalu
-
-
Matinya Nusantara - Suatu ketika, saya berkesempatan mengunjungi perpustakaan Mangkunegaran, Solo. Biar kelihatan intelek, saya serius menanyakan dokumen yang ditulis saat Sambe...9 bulan yang lalu
-
FEEL LIKE CRYING - Entah kenapa, akhir-akhir ini saya merasa sangat mudah menangis. Padahal masa PMS sudah selesai, saya juga nggak merasa ada masalah berat yang saya simpan ...10 bulan yang lalu
-
Berita Gembira - Hoi.. Pade kemane sih nih. Kok ndak ada yang mau nulis yaa. Ato ridho gak nih klo gw sebar ke semua anak 2002 blog ini. Biar sapa tau dari 200an anak, ada ...1 tahun yang lalu
Saya Ini
- Teguh Santosa
- Pria sederhana yang sedang menjalani hidup dengan berbagai caranya. Lebih memikirkan orang lain dan sekitar daripada diri sendiri. Berpikir bahwa kebahagiaan bukanlah keegoisan. Ah ya, tidak perlu merasa aneh.. Saya ini..Cukup ramah untuk dijadikan kenalan. Cukup nyaman untuk dijadikan teman. Cukup loyal untuk dijadikan sahabat. Cukup sabar untuk dijadikan sandaran. Cukup dewasa untuk diartikan, dan cukup mumpuni untuk dijadikan Nabi. Oh, tidak perlu protes. Ini hanya saya lagipula.