Tiga Titik-titik

Jumat, 28 Agustus 2009

Lihat lukaku, yang membuat para peri terhenyak.
Oh, tak perlu kau bersibuk mencari obat.

Karena, bahkan para malaikat pun berpikir semua sudah terlambat.

at the mind of Babisuper pukul 20:27 0 komentar  

Sebetulnya

Selasa, 18 Agustus 2009

Kuminta kau bersabar.
Bukan aku tak mengerti harapanmu.
Tapi disana, perempuan pertama dalam hidupku masih terbaring.
Masih menjagaku.
Masih memiliki harapan-harapan yang belum tercapai hingga usianya kini.

Waktunya mungkin tidak banyak lagi.

Kau akan menjadi yang pertama.
Setelah aku bisa membantunya beristirahat dan bahagia.
Dan kau akan menjadi yang pertama, saat kita bersatu kelak.

Tapi kuminta kau bersabar.
Karena aku berjanji akan memberimu dunia, tanpa perlu kau minta.

at the mind of Babisuper pukul 11:25 0 komentar  

Kembali

Jumat, 17 Juli 2009

Andai aku dapat kembali ke masa lalu, yang akan pertama kali kudatangi adalah dirimu. Dirimu yang masih lugu, dan selalu diam saat dipukul Ibu.
Aku akan berdiri rendah disampingmu, berbisik dan berkata agar kau tidak perlu mengingat kejadian ini. Karena ketika kau tumbuh dewasa, pukulan ibu adalah bekalmu untuk menjalani hidup.

Aku ingin kembali ke masa lalu dan menghentikan tangismu saat Ayah tak memberimu uang saku untuk membeli bola. Jangan bersedih, itu hanya bola plastik. Tak ada yang kau perlu tangisi, karena nanti Tuhan punya rencana terbaik lainnya untukmu, dan itu bukanlah menjadi pesepakbola bergaji milliar.
Tegapkan dadamu, usap air mata dan tegakkan kepalamu. Percayalah bahwa ibu memarahimu karena Ia sayang, walaupun kau pulang dengan membawa ranking satu.

Aku akan membisikimu agar belajar berpikir positif. Ayah dan Ibu hanya sedang mengajarimu belajar menerima yang terburuk, dan kau akan membutuhkannya saat dewasa nanti. Aku akan memberimu petunjuk agar kau siap, karena saat dewasa nanti dunia terkadang jahat kepadamu. Pada saat itu, biarkan, itu akan memperkuat dirimu.

Aku akan kembali dan menemanimu saat hatimu tersakiti. Mengingatkanmu bahwa kalimat menyakitkan yang mereka utarakan adalah obat. Obat ketika kau terluka di masa yang akan datang. Supaya kau ingat dan tak menghiraukan awan hitam.

Aku ingin kembali ke masa lalu, dan menghiburmu agar kau tak bersedih akan mainan-mainan yang tak kau dapat, akan liburan-liburan yang hanya impian, akan tak adanya elusan di kepala saat kau pulang, atau baju baru disaat lebaran. Aku ingin menghiburmu, untuk masa-masa mu yang hilang.

Andai aku dapat kembali, kan kuingatkan agar kau selalu menyayangi Ibu. Karena tidak ada waktu yang berharga, harta yang melimpah, atau bahkan nyawa seorang manusia yang sebanding dengan eringat, ketuban, dan air susu ibumu.

..dan sebelum aku pergi dari kembaliku, aku ingin membisikimu agar saat dewasa nanti jangan kau pernah menyesali masa lalu. Seperti diriku.

at the mind of Babisuper pukul 07:26 1 komentar  

Tiga

Jumat, 03 April 2009

Hari ini tiga tahun lalu.
Dirimu terpejam tersenyum dalam belaian malam.
Aku menatap menutupi ketegangan, penuh perasaan memilih antara hari ini atau enggan.
Kau masih tersenyum, terpejam tak mengira.

Selama ini tiga tahun berlalu.
Aku bersyukur melawan enggan saat itu. Karena kau kini milikku.
Menemani aku yang berbahagia, menghibur aku yang bersedih, menghapus penat hari-hariku.
Kau selalu tanpa lelah menemaniku. Selalu. Tanpa kecuali.

Hari ini setelah tiga tahun.
Terimakasih kau yang tidak pernah mengeluh, kau yang selalu menghargai, kau yang selalu percaya, dan kau yang selalu yakin akan diriku apa adanya.
Maaf untuk air mata yang kuteteskan padamu, maaf untuk segala murka yang pernah kulepaskan.
Maaf, dan hingga malam ini aku masih ingin meminta maaf padamu.


Tanpa kasih sayang mu, aku tidak akan menjadi diriku seperti saat ini.



smgsllndh

at the mind of Babisuper pukul 00:16 7 komentar  

Harus Diintip

Saya Ini

Foto Saya
Teguh Santosa
Pria sederhana yang sedang menjalani hidup dengan berbagai caranya. Lebih memikirkan orang lain dan sekitar daripada diri sendiri. Berpikir bahwa kebahagiaan bukanlah keegoisan. Ah ya, tidak perlu merasa aneh.. Saya ini..Cukup ramah untuk dijadikan kenalan. Cukup nyaman untuk dijadikan teman. Cukup loyal untuk dijadikan sahabat. Cukup sabar untuk dijadikan sandaran. Cukup dewasa untuk diartikan, dan cukup mumpuni untuk dijadikan Nabi. Oh, tidak perlu protes. Ini hanya saya lagipula.
Lihat profil lengkapku